Updates from Agustus, 2008 Hide threads | Tombol Pintas

  • CANTIK 

    slamet ismulyanto 19.19 on August 29, 2008 Permalink | Masuk log untuk meninggalkan sebuah Komentar

    Buatlah metafora dari cantik.   Bulan yang bersinar indah, gunung yang tegak dan kokoh atau mobil yang bergerak dengan anggun.  Penyair tak pernah kering menggali kecantikan, arsitek tak pernah bosan bereksperimen dengan struktur atau profesional tak pernah berhenti mengukir sales yang menjulang.

    Kita semua memuji kecantikan.  Walau dibalik kecantikan selalu ada ketidaksempurnaan.  Sama halnya ketidaksempurnaan dibaliknya muncul keindahan.    Wanita cantik sering ditaksir cowok2 cakep, juga cowok yang tidak cakep.  Tapi banyak cerita setelah wanita cantik berhasil di dapat, yang dirasa ada yang tidak cantik yang muncul belakangan.    Akhirnya kisah roman seperti tak kunjung berhenti.

    Ayahku, selama kami berinteraksi tak pernah menyebut cantik lawan dari jelek, tapi apapun disebutnya dengan kesyukuran.  Cantik tak pernah punya arti tanpa memakai kecantikannya untuk tujuan suci.  Islam hampir tak mencatat kecantikan fisik, betapapun semua manusia adalah cantik di mata Allah.

    Cantik menjadi basi bilamana kecantikannya dipakai melawan Allah, dan jalan-jalan yang dirahmatiNYA.  Apalah artinya cantik bila yang memiliki tak punya kedamaian.  Apalah artinya cantik bila yang mengagumi menjadi berkelahi.  Dan apalah artinya cantik bila kecantikan hanya menumbuhsuburkan peperangan.  Dan kecantikan menjadi absurd di mata kita.

    Banyak hati yang cantik yang dimiliki orang yang tidak cantik, banyak pengorbanan mulia yang dipersembahkan oleh orang yang biasa-biasa saja.  Dan banyak budibahasa yang super cantik yang tumbuh dari pribadi-pribadi yang bersahaja.

    MahaSuci Allah yang dariNYA kita pahami kehidupan bukan hanya dari apa yang kita pahami saja, tapi juga dari apa yang tidak kita pahami, tidak kita setujui, dan bolehjadi berbeda dengan ukuran nalar kita.

    Wahai jiwa-jiwa yang tenang……………….

     
  • Drs.H.Ibrahim Hasani itu Abah saya 

    slamet ismulyanto 19.19 on August 26, 2008 Permalink | Masuk log untuk meninggalkan sebuah Komentar

    Yak, namanya Drs. H. Ibrahim Hasani.  Dia abah (mertua) saya yang sudah saya anggap sebagai abah kandung.  Umurnya 68 tahun namun fisiknya masih tampak bugar.  Abah tinggal di Komplek Gatot Subroto Banjarmasin bareng Mama.  Dia panutan saudara-saudaranya.  Tempaan hidup yang susah di kala kecil membuat dia keras terhadap hidupnya.  Terbukti kini keempat anaknya sudah ‘mentas’ dari rumah besar mereka.  Yang Sulung Kak Fitri Erliyana tinggal di Banjarmasin, anak kedua Radhiana Hastini menetap di Depok Jawa Barat, anak ketiga Laili Khairati tinggal di Banjarmasin dan anak keempat Hidayattan Noor menetap di Amuntai Kalsel.

    Abah kerap pulang-pergi Banjarmasin-Jakarta terlebih semasa presiden Abdurrahman Wahid.  Entah Rapimnas PKB atau meeting Dewan Masjid Indonesia, dimana beliau adalah pengurus Dewan Masjid Indonesia Kota Banjarmasin.

    Abah sering ke tanah suci karena abah sering diminta sebagai pembimbing haji, kami yang muda jadi ‘ngiri’.  Tetapi itu adalah Jalan Allah bagi perjalan ritual abah.

    Di Jakarta, abah sering nginap di rumah kami anaknya.  Di kala senggang, kami sering berdiskusi tentang banyak hal.  Mulai politik, dakwah, ekonomi dan liku-liku kehidupan.  Sebagian besar komunikasi kami berlangsung hangat.  Sering saya ikut ‘menangis’ terisak manakala abah berkisah hal yang sedih dan pahit, tapi tak jarang abah mengganti ceritannya dg cerita riang.

    Ia sangat disayang anak-anaknya.  Saya suka hobi abah pergi ke toko buku, misalnya TB. Walisongo.  Pasti banyak buku abah borong.  Nggak tau, haus benar akan ilmu.  Yang muda kayak saya hanya bisa ngiri!

    Abah juga sangat mencintai istrinya Mama H. Rabiatul Adawiyah.  Mereka tampak kompak di usia senja.

    Sehari-hari pensiunan dosen IAIN Antasari Banjarmasin ini masih disibukkan dengan mengajar di berbagai PTS di Banjarmasin, disamping pengajian di beberapa masjid.  Waktu cuti Januari 2008 kemarin saya sempat ikut jadwal acara abah dalam seminggu; padat betul!

    Hobi abah makan dengan ikan asin, biasanya sapat karing, itu favorit abah dari kecil.

    Tulisan ini untuk mengingatkan saya bahwa abah banyak memberi makna bagi kehidupan anak dan menantunya.

     
  • SENIN PAGI HARI 

    slamet ismulyanto 19.19 on August 25, 2008 Permalink | Masuk log untuk meninggalkan sebuah Komentar

    LEWAT media skype (=sejenis YM) aku sebagai HRD menyapa seorang karyawati tempatku bekerja.  Dia berbaju semarak biru, kuning, merah.  Kayak bendera Italia?  Tapi wajahnya agak murung.

    “Selamat pagi, Dik..?”

    Dia agak kaget.  Lalu demi melihat aku tersenyum, wajahnya ikut tersenyum.  “Pagi, Pak…?”

    Nah, dia mulai keliatan cerah daripada sebelumnya.  Aku nggak tau apa yang ada di benaknya.  Mungkin saja pagi begini apalagi Senin, membuat dia harus menekuk wajahnya.  Yah hari Senin menjadi sesuatu yang berat bagi banyak orang.  Kemacetan, anak di rumah rewel, suami yang buru-buru mau masuk kerja harus dilayani ekstra cepat.  Belum dia sendiri.

    “Anakmu, sehat?”

    “Sehat, Pak?”

    “Do you best, yak…” aku mencoba memompa semangatnya.

    “Mudah-mudahan, Pak…”

    Jawaban terakhir ini aku menyangka si karyawati ini agak berat menghadapi hari.  Bukankah setiap hari adalah hari yang berat?  Kita musti siap 120% untuk menakhlukkan hari-demi hari.  Karena bila tidak, hari akan menggilas kita.  Yah, kita musti lebih hebat, lebih kuat dari hari-hari yang bergerak setiap waktu.

    Ooo…Yang Maha Memberi Hidup.  Bila hari-hari begini saja terasa berat bagi si karyawati ini, yg notabene punya gaji, punya suami, punya anak.  Bagaimana mengahadapi hari bagi ibu-ibu tua di kampung di pinggiran Indonesia yang lain yang tanpa penghasilan, pensiunan yang minim, dan jauh dari anaknya.

    Waktu aku makan mie rebus tadi pagi, ada ibu-ibu tua minum es kelapa muda meminta-minta di depan warung.  Duh.. andaikata dia IBUKU.   Berdosalah aku ya, ALLAH.

     
  • RENUNGAN SEJENAK 

    slamet ismulyanto 19.19 on August 21, 2008 Permalink | Masuk log untuk meninggalkan sebuah Komentar

    (Tulisan ini sumbangan Pak Zoerfratman, Ed.)

    Alam ini sangat luas semua orang sudah tahu itu, tapi diri kita adalah bagian dari alam itu sendiri, ini yang kurang banyak orang menyadarinya.

    Potensi alam semesta ini sungguh luar biasa tidak akan habis-habisnya untuk di teliti,di gali dan di pelajari untuk ke hidupan ini. Hal yang sama juga terdapat dalam alam ke hidupan setiap diri manusia, karena manusia di jadikan lebih sempurna di bandingkan dengan alam semesta lainnya, artinya dalam diri manusia terdapat kandungan yang sangat luar biasa untuk ke hidupan manusia itu sendiri tapi apakah manusia itu sepenuhnya telah menyadarinya …?

    Belum …, adalah jawaban yang tepat. Mari kita bertafakur sejenak, apa perbedaan yang spesifik setiap individu, apa yang membuat individu tertentu sering frustasi, miskin, kaya, bunuh diri, sukses, dllnya. Apakah Allah memang tidak adil sehingga orang-orang Afrika rata2 miskin dan terbelakang, pada hal banyak di benua itu pemeluk muslim. Dan sebaliknya apakah Allah berpihak ke Barat (Eropa) sehingga mereka kaya dan makmur, pada hal penduduknya di dominasi pemeluk Kristiani.

    Ada bermilyaran syaraf dalam otak manusia yang dalam hitungan detik mampu menerima dan membagi informasi dalam jumlah jutaan informasi. Tapi apakah Allah tidak adil sehingga membagi kelompok yang pintar dan kelompok tidak pintar. Tidak ada manusia yang tidak pintar semuanya sama ketika di ciptakan kecuali yang cacat pisik tapi Allah memberi kelebihan lain pada individu yang cacat tersebut.

    Kalau masing-masing individu menyadari betapa besar potensi yang di milikinya, sungguh dia akan sangat merasakan betapa Allah itu Maha Besar. Dan orang yang mau bertafakur dan memanfaatkan dengan maksimal petensi dirinya dia akan merasakan kesejahteraan dalam ke hidupan ini. Pernah mendengar Islam itu agama Rahmatul lil ‘alamin …? Tapi kenapa banyak bangsa Islam yang terbelakang dalam semua sisi ke hidupan. Apakah kurang yakin dengan janji-janji Allah dalam Al-Qur’an …?

    Pemeluk Islam harus menyadari ini bahwa ke hidupan ini adalah perjuangan (belajar, berfikif dan bertindak)dengan memanfaatkan potensi diri yang sudah di rahmatkan oleh Allah. Karena setiap individu memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk berjuang di kehidupan ini.

    Sekian, Zoer.

     
  • GUS DUR, CAK IMIN, ABAH DAN SLAMET 

    slamet ismulyanto 19.19 on August 20, 2008 Permalink | Masuk log untuk meninggalkan sebuah Komentar

    SAYA lagi suka berpikir tentang Gus Dur dan Cak Imin.  Sebutan Gus di depan nama Dur berarti ‘bagus’, sebuah sebutan penghormatan untuk orang terhormat jaman dulu.  Beruntung Gus Dur masih dipanggil Gus juga sampai saat ini.  Di ranah orang penting kita di Indonesia, sebutan Gus mengingatkan kita pada sosok Gus Mus (KH.Mustofa Bisri), Gus Iful (Syaifullah Yusup) dan yang legendaris dari Belanda, Guus Hiddink.  Hahaha…

    Sementara Cak Imin, disebut Cak adalah panggilan kehormatan sebagian warga jawa timur khususnya wilayah Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Jombang, pada tokoh yang “agak” dituakan.  Walaupun faktanya umurnya masih muda.  Cak berasal dari kata cacak yang berarti kak atau mas.

    Kenapa Gus Dur dan Cak Imin nggak akur?

    Saya senang merunut nasehat Cak Nun (Emha Ainun Nadjib), tentang Gus Dur.  Kata Emha, “Sampeyan nggak usah terlalu serius dengan Gus Dur.  Rileks aja.  Wong ketoprakan kok diseriusin…!

    Hehehe…

    Abah saya, Drs.KH. Ibrahim Hasani pengagum Gus Dur pol.  Saya memihak Cak Imin yang segeran dikit.  Unggah-ungguh masih saya pegang, apalagi kalo abah saya lagi ke Jakarta.  Saya nggak ngajak abah ngobrol Gus Dur tapi ngobrol yang ringan-ringan aja.  Karena kalo ngobrol Gus Dur, porsi Cak Imin nggak ada.  Yo wis aku ngewangi Cak Imin, masio dalam hati.

    Di tivi tanggal 19 Agustus 2008 malem, terdengar kabar massa PKB Gus Dur nongkrong di KPU.  Bangsa kita barangkali sudah bosan melihat aksi seperti itu.  Saya nggak tau Cak Imin apa sudah daftarin caleg-nya ke KPU.  Belum sempat kebosanan saya memuncak, kepikir saya tentang Cak Nun.

    Dia mungkin lagi sibuk ngurusi pengungsi lapindo, yang membutuhkan stamina panjang.  Cak Nun mungkin lebih gerah melihat massa tertentu memaksakan kehendaknya.  Baikan bantuin rakyat sing suedih, rek.  begitu, pikirnya.

    Lha aku mo ngapain.

     
  • AKHIR 

    slamet ismulyanto 19.19 on August 11, 2008 Permalink | Masuk log untuk meninggalkan sebuah Komentar

    MENDENGAR kata akhir, apa yang ada dipikiran kita.  Pertemuan berakhir, pertemanan berakhir,  kisah cinta berakhir, pengajian berakhir, kerja berakhir.

    Kalo akhir dari sesuatu yang enak, banyak orang tak suka akhir.  Tapi kalo akhir dari penderitaan, kesedihan, kemelaratan; banyak orang jauh lebih senang.  bagaimana kata akhir dipahami manusia dengan hati yang mendua; sama-sama akhir.

    Allah selalu mengingatkan manusia untuk ingat akhir atas segala nikmat Allah yang lezat seperti hidup, sehat, kaya dan sebagainya.  Tapi Allah juga menghibur manusia dengan akhir atas apa yang susah, sedih dan kenestapaan dari Allah, agar manusia ada harapan.

    MahaSuci Allah yang mengatur ‘permainan hidup’ manusia semudah membalik tangan.  Ada hikmah dibalik akhir.  Allah memberi, Allah menarik, Allah mencukupi, Allah mengurangi.

    Ya Allah yang Maha Kuasa, manusia adalah insan yang tak paham dengan hidupnya sendiri, berkatilah ia dengan keselamatan atas jalan hidupnya.

    Amin.

     
  • KEDISIPLINAN 

    slamet ismulyanto 19.19 on August 7, 2008 Permalink | Masuk log untuk meninggalkan sebuah Komentar
    Tag: HUMANIORA

    BANYAK orang menginginkan orang lain disiplin.  Di jalan kita senang bila kita sedang naik motor atau mobil di depan kita ada pejalan kaki DISIPLIN jalan di pinggir, biar kita mudah mendahului.  Di mesjid kita senang bila orang disiplin naruk sandal rapi dan mengambilnya pun rapi.  Pergi ke toko yang rapi bikin kita enak milih size sebuah model baju.  Pun dimana-mana banyak orang suka KEDISIPLINAN.

    Seorang karyawan pengen bosnya DISIPLIN, sebaliknya seorang bos ingin anak buahnya DISIPLIN.  Padahal keduanya sama-sama tidak DISIPLIN!

    Pertanyaan berikut: apakah kita sudah DISIPLIN?

    DISIPLIN rugi… itu ukuran jangka pendek, jangka panjangnya UNTUNG.  Misal pengendara motor merasa rugi berhenti di lampu merah.  Maunya terobos wae!  Mungkin untung dia bisa hemat sekian detik, tapi coba bayangkan efeknya bila semua ikut gayanya.  Bangsa ini jadi bangsa melempem, egois, saling merusak, saling sikut, dan saling yang nggak ada bagusnya.

    SEDIKIT yah, sangat SEDIKIT orang yang mau biar yang laen memble dia tetap DISIPLIN.  Dan DISIPLIN adalah barang langka yang manis di akhir.

     
  • MENGUBAH ARAH JALAN HIDUP 

    slamet ismulyanto 19.19 on August 7, 2008 Permalink | Masuk log untuk meninggalkan sebuah Komentar

    MAHA SUCI ALLAH, Maha Besar Allah yang dariNya kita terima jalan kehidupan kita.  Ketika lahir, kita hanya ngikut apa maunya orangtua, setelah remaja, dan dewasa, lihat kanan lihat kiri kepribadian kita terbentuk.

    Lalu makin dewasa dan matang, kita sampai dipertengahan usia, kita mulai meneliti jalan hidup macam apa yang sedang kita jalani.  Banyak yang berkelok-kelok, lurus dan melingkar tak beraturan. Itulah jalan hidup kita.

    Kenalkah kita pada jalan itu?

    Saya terheran-heran dengan jalan kehidupan yang sudah saya raih.  Banyak yang kita harap dari Allah, setelah Allah memberi dengan rahmatNya, kita sudah siap dengan permintaan baru!  Ajaib.

    Kita pintar memproduksi keinginan tapi tak cukup pintar memproduksi kesyukuran.  Sampai titik itu saya mulai sadar ada kekuatan DASYAT yang mengarahkan hidup kita baik kita inginkan atau tidak.  Kata kuncinya adalah hikmah.  Bisakah kita menarik hikmah dari sekian milyar rahman dan rahim Allah disetiap detik perubahan dari arah hidup kita.

    Kita bisa mengubah, namun bila belum waktunya perubahan itu tak akan terjadi pada kita.

    Di padang kesunyian; saya temukan hanya kedamaian bila kita hanya minta sedikit untuk kita dari Allah.  Dan apapun pemberian Allah  ada sejuta hikmah yang kita pahami belakangan.

    Sudahkah anda mengubah arah jalan hidup anda?

     
  • Drs.H. Ibrahim Hasani itu Abah saya… 

    slamet ismulyanto 19.19 on August 6, 2008 Permalink | Masuk log untuk meninggalkan sebuah Komentar

    Yak, namanya Drs. H. Ibrahim Hasani.  Dia abah (mertua) saya yang sudah saya anggap sebagai abah kandung.  Umurnya 68 tahun namun fisiknya masih tampak bugar.  Abah tinggal di Komplek Gatot Subroto Banjarmasin bareng Mama.  Dia panutan saudara-saudaranya.  Tempaan hidup yang susah di kala kecil membuat dia keras terhadap hidupnya.  Terbukti kini keempat anaknya sudah ‘mentas’ dari rumah besar mereka.  Yang Sulung Kak Fitri Erliyana tinggal di Banjarmasin, anak kedua Radhiana Hastini menetap di Depok Jawa Barat, anak ketiga Laili Khairati tinggal di Banjarmasin dan anak keempat Hidayattan Noor menetap di Amuntai Kalsel.

    Abah kerap pulang-pergi Banjarmasin-Jakarta terlebih semasa presiden Abdurrahman Wahid.  Entah Rapimnas PKB atau meeting Dewan Masjid Indonesia, dimana beliau adalah pengurus Dewan Masjid Indonesia Kota Banjarmasin.

    Abah sering ke tanah suci karena abah sering diminta sebagai pembimbing haji, kami yang muda jadi ‘ngiri’.  Tetapi itu adalah Jalan Allah bagi perjalan ritual abah.

    Di Jakarta, abah sering nginap di rumah kami anaknya.  Di kala senggang, kami sering berdiskusi tentang banyak hal.  Mulai politik, dakwah, ekonomi dan liku-liku kehidupan.  Sebagian besar komunikasi kami berlangsung hangat.  Sering saya ikut ‘menangis’ terisak manakala abah berkisah hal yang sedih dan pahit, tapi tak jarang abah mengganti ceritannya dg cerita riang.

    Ia sangat disayang anak-anaknya.  Saya suka hobi abah pergi ke toko buku, misalnya TB. Walisongo.  Pasti banyak buku abah borong.  Nggak tau, haus benar akan ilmu.  Yang muda kayak saya hanya bisa ngiri!

    Abah juga sangat mencintai istrinya Mama H. Rabiatul Adawiyah.  Mereka tampak kompak di usia senja.

    Sehari-hari pensiunan dosen IAIN Antasari Banjarmasin ini masih disibukkan dengan mengajar di berbagai PTS di Banjarmasin, disamping pengajian di beberapa masjid.  Waktu cuti Januari 2008 kemarin saya sempat ikut jadwal acara abah dalam seminggu; padat betul!

    Hobi abah makan dengan ikan asin, biasanya sapat karing, itu favorit abah dari kecil.

    Tulisan ini untuk mengingatkan saya bahwa abah banyak memberi makna bagi kehidupan anak dan menantunya.  Karena saya ingat abah, saya tulis artikel ini.

     
  • DAN KAKIKU KAKU 

    slamet ismulyanto 19.19 on August 5, 2008 Permalink | Masuk log untuk meninggalkan sebuah Komentar

    Senin malam, jam 19.00 saya pulang dari kantor lewat rute Pancoran-Kalibata-Cililitan-Condet-lalu Cimanggis.  Setiap hari saya pake sepeda motor, disamping ngirit, juga lebih cepet.  Pas deket PGC saat lalu lintas padat merayap saya berhenti, biasa, jalan-berhenti-jalan dan berhenti lagi.  Eh taksi biru Bluebird ngelindas kaki saya.  Aduuh!  Spontan saya teriak.  Keselnya taksi berhenti nggak gerak lagi.  Artinya kaki saya kelindes dan stack.  Ya sakitlah!  Kontan tak gebrak kap mesin dia.  3 kali malah!  Baru dia mundurin.  Saya udah ancang-ancang kaya Sugar Ray Leonard, tapi begitu melihat sopir taksi ketakutan sambil bolak-balik minta maap.  Jadi luluh hati saya, lagian lintas padat, nggak enak jadi sok jagoan.  Saya buru-buru berlalu masuk Condet.  Saya inget Imam Ali ketika berperang, dia sudah berhasil memukul jatuh musuhnya, begitu pedang mau ditebas, musuhnya meludah dan kena wajah Imam Ali.  Imam Ali nggak jadi menebas musuhnya tadi.  Apa katanya, aku nggak mau karena amarah engkau kubunuh.

    Untungnya saya pake sepatu PDH ABRI jadi tebal, hanya kaget saja.  Tapi kalo dipikir, kenapa ya banyak kaki di jalanan, si taksi milih sepatu saya , kaki saya, untuk dilindes.  Astagfirullah.    Ini kejadian kedua kakiku kaku.  Yang pertama diperempatan Cawang, yang itu lebih dasyat, saya pake sandal jepit, karena lagi banjir.  Waktu itu kaki saya harus diurut binti abuh.  Sejak itu saya kemana-mana pake sepatu ABRI.  Dan kejadian malam tadi.  Allah sedang menguji kaki dan hati saya.  MahaSuci Allah yang memberi dan menarik nikmatNYA.  Kau kemanakan kakimu, melangkah, Met?

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal